Metode
Keamanan Jaringan
Dalam
merencanakan suatu keamanan jaringan, ada beberapa metode yang dapat
ditetapkan, metode-metode tersebut adalah sebagai berikut :
- 1. Pembatasan akses pada suatu jaringan
Ada beberapa konsep dalam pembatasan
akses jaringan, yakni sebagai berikut :
ü Internal Password
Authentication: Password local untuk login ke sistem harus merupakan password
yang baik serta dijaga dengan baik. Pengguaan aplikasi shadow password akan
sangat membantu.
ü Server Based password
authentication: Termasuk dalam metoda ini misalnya sistem Kerberos server,
TCP-wrapper, dimana setiap service yang disediakan oleh server tertentu
dibatasi dengan suatu daftar host dan user yang boleh dan tidak boleh
menggunakan service tersebut
ü Server-based token
authentication : Metoda ini menggunakan authentication system yang lebih ketat,
yaitu dengan penggunaan token / smart card, sehingga untuk akses tertentu hanya
bisa dilakukan oleh login tertentu dengan menggunakan token khusus.
ü Firewall dan Routing Control
: Firewall melindungi host-host pada sebuah network dari berbagai serangan.
Dengan adanya firewall, semua paket ke sistem di belakang firewall dari
jaringan luar tidak dapat dilakukan langsung. Semua hubungan harus dilakukan
dengan mesin firewall
- Menggunakan Metode dan mekanisme tertentu
ü Enkripsi : Salah satu cara
pembatasan akses adalah dengan enkripsi. Proses enkripsi meng-encode data dalam
bentuk yang hanya dapat dibaca oleh sistem yang mempunyai kunci untuk membaca
data. Proses enkripsi dapat dengan menggunakan software atau hardware. Hasil
enkripsi disebut cipher. Cipher kemudian didekripsi dengan device dan kunci
yang sama tipenya (sama hardware/softwarenya, sama kuncinya). Dalam jaringan,
system enkripsi harus sama antara dua host yang berkomunikasi. Jadi diperlukan
control terhadap kedua sistem yang berkomunikasi. Biasanya enkripsi digunakan
untuk suatu sistem yang seluruhnya dikontrol oleh satu otoritas
ü Terminologi Kriptografi :
Kriptografi (cryptography) merupakan ilmu dan seni untuk menjaga pesan agar
aman. (Cryptography is the art and science of keeping messages secure. [40])
“Crypto” berarti “secret” (rahasia) dan “graphy” berarti “writing” (tulisan)
[3]. Para pelaku atau praktisi kriptografi disebut cryptographers. Sebuah
algoritma kriptografik (cryptographic algorithm), disebut cipher, merupakan
persamaan matematik yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi. Biasanya
kedua persamaan matematik (untuk nkripsi dan dekripsi) tersebut memiliki
hubungan matematis yang cukup erat.
ü Terminologi Enskripsi – Dekripsi :
Proses yang dilakukan untuk mengamankan sebuah pesan (yang disebut plaintext)
menjadi pesan yang tersembunyi (disebut ciphertext) adalah enkripsi
(encryption). Ciphertext adalah pesan yang sudah tidak dapat dibaca dengan
mudah. Menurut ISO 7498-2, terminologi yang lebih tepat digunakan adalah
“encipher”. Proses sebaliknya, untuk mengubah ciphertext menjadi plaintext, disebut
dekripsi (decryption). Menurut ISO 7498-2, terminologi yang lebih tepat untuk
proses ini adalah “decipher”.
ü Digital Signature : digunakan
untuk menyediakan authentication, perlindungan, integritas, dan non-repudiation
- Pemonitoran terjadwal terhadap jaringan
Dengan adanya pemantauan yang
teratur, maka penggunaan sistem oleh yang tidak berhak dapat dihindari/cepat
diketahui. Untuk mendeteksi aktifitas yang tidak normal, maka perlu diketahui
aktifitas yang normal. Proses apa saja yang berjalan pada saat aktifitas
normal. Siapa saja yang biasanya login pada saat tersebut. Siapa saja yang
biasanya login diluar jam kerja. Bila terjadi keganjilan, maka perlu segera
diperiksa. Bila hal-hal yang mencurigakan terjadi, maka perlu dijaga
kemungkinan adanya intruder.
Metodologi keamanan informasi
bertujuan untuk meminimalisasi kerusakan dan memelihara keberlangsungan bisnis
dengan memerhatikan semua kemungkinan kelemahan dan ancaman terhadap aset
informasi. Untuk menjamin keberlangsungan bisnis, metodologi keamanan informasi
berusaha memastikan kerahasiaan, integritas dan ketersediaan asset informasi
internal. Hal ini termasuk penerapan metode dan kontrol manajemen risiko. Pada
dasarnya, yang dibutuhkan adalah rencana yang bagus dan meliputi aspek
administratif, fisik, serta teknis dari keamanan informasi.
Beberapa Langkah dalam perancangan
Sistem dengan memperhatikan aspek Keamanan Jaringan :
- Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan.
- Menentukan kebijakan atau policy .
- Menentukan aplikasi – aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan.
- Menentukan pengguna-pengguna mana saja yang akan dikenakan oleh satu atau lebih aturan firewall.
- Menerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi firewall.
- Sosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar